Just one second...

 

SEJIWA Barometer Mental Health Masyarakat

29 April, 20210
https://www.infomedia.co.id/wp-content/uploads/2021/07/SEJIWA.jpeg

29, April 2021 – Satu tahun pelayanan SEJIWA (Sehat Jiwa Nasional), yang diinisiasi untuk mereduksi dampak pandemi Covid -19 di bidang psikologis, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pimpin evaluasi atas layanan ini. Dilaksanakan secara virtual, kegiatan dipimpin oleh Moeldoko – Kepala Kantor Staf Kepresidenan dan dihadiri oleh perwakilan tim Satgas Penanggulangan Covid 19 Pemerintah, diantaranya Budi Gunadi Sadikin – Menteri Kesehatan RI, Dedy permadi – Staff Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Stafsus Kemenkominfo), dan Pribudiarta Nur Sitepu – Sekretaris Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak ( Sesmen Kemenpa). Hadir juga tim dari HIMPSI ( Himpunan Psikologi Indonesia) beserta ketuanya, Seger Handoyo, dan tim  Infomedia yang diwakili oleh Riri amalas yulita – Direktur Solution and Business Development, dan Yusron Haryadi – Direktur Marketing  and Sales.

Moeldoko menekankan pentingnya evaluasi untuk melakukan optimalisasi layanan SEJIWA sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Riri – Direktur SBD Infomedia melaporkan tingginya antusiasme masyarakat atas layanan SEJIWA ini. “Bagi masyarakat, SEJIWA tidak hanya menjadi layanan untuk konsultasi terkait Covid saja, tetapi  juga melayani berbagai permasalahan psikologis masyarakat secara umum”, ungkap Riri.

Hal ini terlihat dari data bahwa selama satu tahun beroperasi, SEJIWA yang menawarkan layanan konsultasi psikologi melalui call centre 119 ext 8 telah menerima total 170.000 telepon aduan, atau rata-rata sebanyak 4726 call perharinya. Profil dari penelpon juga tergambarkan bahwa sebagian besarnya adalah remaja usia produktif, serta para wanita.

“SEJIWA mampu menjadi kanal pengaduan yang terstruktur untuk menampung berbagai keluhan masyarakat, sehingga dapat membantu pemerintah dalam memotret kondisi masyarakat serta menjadi mental health barometer masyarakat Indonesia”, pungkas Riri dalam laporannya.

Kemenkes – Budi Gunadi Sadikin menanggapi bahwa dengan keterbatasan kontak fisik pada saat ini, layanan SEJIWA sangat membantu masyarakat. “Saya rasa SEJIWA ini adalah ide yang bagus, baru dan cemerlang. Kemenkes siap melanjutkan layanan seperti sekarang dan saya senang atas inisiatif dari rekan-rekan, dan kami siap membantu”, ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Pribudiarta – Sesmen Kemenpa menyampaikan harapannya untuk memperluas kanal pelayanan SEJIWA sehingga seluruh lapisan masyarakat bahkan yang tidak memiliki akses telepon tetap dapat menikmati layanan ini. Stafsus  Kemenkominfo -Dedy Permadi juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan kanal pelayanan SEJIWA, seperti penggunaan  sistem AI Chatbot. Dedy juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung dari sisi regulasi agar layanan ini dapt dinikmati oleh masyarakat yg lebih luas.

Untuk memastikan SEJIWA dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan dukungannya atas proses campaign dan sosialisasi SEJIWA. “Kita bisa berkolaborasi mengoptimalkan sosialisasi SEJIWA melaui kanal-kanal komunikasi publik, baik melalui media mainstream, maupun media social,  dan portal website pemerintah.”

Mengakhiri rapat evaluasi tersebut, Moeldoko menggaris bawahi perlunya kelanjutan layanan SEJIWA karena masih tingginya kebutuhan masyarakat atas layanan ini. Moeldoko juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh tim pelayanan  dan tim dari HIMPSI yang telah mencurahkan perhatiannya dalam melayani masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh teman-teman, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita ternyata dampak dari akibat covid 19 lebih banyak kearah psikologi dari pada ke kesehatan. Tentunya temuan ini menjadi sangat penting, dan akan menjadi perhatian dari tim Satgas Covid Pemerintah. Sekali lagi kami sampaikan terimakasih atas pelayanannya kepada masyarakat Indonesia”, Pungkas Moeldoko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *