Just one second...

 

Public Service

Mendukung program pemerintah “Indonesia Maju” Smart City hadir untuk fokus pada pengembangan infrastruktur yang bertujuan mengurangi kesenjangan pembangunan digital di seluruh wilayah Indonesia, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat secara optimal.

Aplikasi E Lapor

Mendukung Implementasi Smart City, Infomedia mengembangkan aplikasi E-Lapor sebagai solusi mobile apps untuk pemerintah daerah dan publik. Masyarakat dapat melaporkan segala kejadian di lingkungan sekitarnya melalui aplikasi yang nantinya akan terhubung dan dapat dimonitor melalui Command Center. Semua jenis pelaporan tercatat dan terukur di dalam suatu sistem sehingga performance atau kinerja pemerintah dapat di nilai dengan tepat.

Salah satu bentuk E-Lapor yang telah terimplementasi adalah Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Bali yang diluncurkan sejak tahun 2018 dan telah di unduh mencapai 10.000 kali oleh masyarakat. Manfaat nya diantaranya :
  • Hemat biaya, meminimalkan biaya yang dikeluarkan
  • Mudah diterapkan, publik dapat langsung melaporkan kejadian apa pun secara langsung melalui aplikasi di ponsel
  • Kinerja yang terukur, kinerja unit kerja regional dan petugas di lapangan lebih terukur
  • Pemantauan waktu nyata, masyarakat dan unit kerja regional dapat memonitor statistik setiap pengaduan dengan cepat.

Emergency Call Center

Pada channel call center, Infomedia juga telah bekerjasama dengan pemerintah dalam mengembangkan emergency call center yang diantaranya meliputi:
  • Sistem Penanggulangan keGawat Daruratan Terpadu (SPGDT) 119 untuk kegawatdaruratan di bidang  medis, seperti kondisi pandemi COvid -19 yang menggunakan akses 119 Ext 9.
  • Layanan Darurat 112 untuk layanan terintegrasi antara dinas kesehatan, pemadam kebaran daerah, dan kepolisisan untuk menanggapi berbagai situasi gawat darurat di masyarakat seperti kebakaran,
    kecelakaan, tindak kriminal dan gangguan-gangguan lain.
  • Layanan 117 untuk layanan penanggulangan kebencanaan dan kondisi darurat yang dikelola BNPB  (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) seperti juga terkait kondisi COVID 19.

Implementasi SPGDT, dimulai dengan pembentukan jaringan komunikasi antara satu ruang gawat darurat rumah sakit dengan rumah sakit lain, menerapkan ambulans yang didukung oleh jaringan smart tracker dan membentuk Command center melalui call center 24 jam. Saat ini SPGDT 119 terdiri dari 99 PSC di kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rata-rata 27 ribu panggilan per bulan.

Mendukung program pemerintah “Indonesia Maju” Smart City hadir untuk fokus pada pengembangan infrastruktur yang bertujuan mengurangi kesenjangan pembangunan digital di seluruh wilayah Indonesia, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat secara optimal.

Aplikasi E Lapor

Mendukung Implementasi Smart City, Infomedia mengembangkan aplikasi E-Lapor sebagai solusi mobile apps untuk pemerintah daerah dan publik. Masyarakat dapat melaporkan segala kejadian di lingkungan sekitarnya melalui aplikasi yang nantinya akan terhubung dan dapat dimonitor melalui Command Center. Semua jenis pelaporan tercatat dan terukur di dalam suatu sistem sehingga performance atau kinerja pemerintah dapat di nilai dengan tepat.

Salah satu bentuk E-Lapor yang telah terimplementasi adalah Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Bali yang diluncurkan sejak tahun 2018 dan telah di unduh mencapai 10.000 kali oleh masyarakat. Manfaat nya diantaranya :
  • Hemat biaya, meminimalkan biaya yang dikeluarkan
  • Mudah diterapkan, publik dapat langsung melaporkan kejadian apa pun secara langsung melalui aplikasi di ponsel
  • Kinerja yang terukur, kinerja unit kerja regional dan petugas di lapangan lebih terukur
  • Pemantauan waktu nyata, masyarakat dan unit kerja regional dapat memonitor statistik setiap pengaduan dengan cepat.
https://www.infomedia.co.id/wp-content/uploads/2020/07/2_PS-1-640x640.png
https://www.infomedia.co.id/wp-content/uploads/2020/07/2_PS-2-640x640.png

Emergency Call Center

Pada channel call center, Infomedia juga telah bekerjasama dengan pemerintah dalam mengembangkan emergency call center yang diantaranya meliputi:
  • Sistem Penanggulangan keGawat Daruratan Terpadu (SPGDT) 119 untuk kegawatdaruratan di bidang  medis, seperti kondisi pandemi COvid -19 yang menggunakan akses 119 Ext 9.
  • Layanan Darurat 112 untuk layanan terintegrasi antara dinas kesehatan, pemadam kebaran daerah, dan kepolisisan untuk menanggapi berbagai situasi gawat darurat di masyarakat seperti kebakaran,
    kecelakaan, tindak kriminal dan gangguan-gangguan lain.
  • Layanan 117 untuk layanan penanggulangan kebencanaan dan kondisi darurat yang dikelola BNPB  (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) seperti juga terkait kondisi COVID 19.

Implementasi SPGDT, dimulai dengan pembentukan jaringan komunikasi antara satu ruang gawat darurat rumah sakit dengan rumah sakit lain, menerapkan ambulans yang didukung oleh jaringan smart tracker dan membentuk Command center melalui call center 24 jam. Saat ini SPGDT 119 terdiri dari 99 PSC di kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rata-rata 27 ribu panggilan per bulan.

Public Service di Masa Pandemi Covid 19

Menanggapi kebutuhan pemerintah dan masyarakat untuk pusat informasi terpadu setelah munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, pada tanggal 4 April 2020, Infomedia bekerjasama dengan Pemerintah dan Kemenkes mengoptimalkan fungsi SPGDT 119 untuk secara komprehensif menangani informasi dan berbagai kebutuhan dan keluhan masyarakat terkait pandemi Covid-19 dengan dikembangkannya Corona Crisis Center 119 Ext 9.

Semenjak diluncurkan pada awal berkembangnya kasus COVID 19 di Indonesia di awal Maret 2020, Layanan SPGDT telah melayani lebih dari 6 ribu telepon per hari. Jumlah ini melonjak hingga lebih dari 3x lipat dari trafik normal yang biasa ditangani oleh layanan SPGDT Infomedia. Langkah cepat diambil Infomedia melalui kolaborasi dengan pemerintah sehingga dalam waktu singkat agent- agent layanan mendapatkan bantuan dari tenaga sukarelawan pelajar, TNI, dan Kepolisian.

Dari analisa trafik atas interaksi yang masuk di saluran call center SPGDT 119, terlihat bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan permasalahan di bidang kesehatan tetapi telah memberikan dampak yang luas di bidang kemanusiaan, termasuk gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan ketakutan berlebihan di masyarakat.

Untuk menjawab masalah ini, pemerintah melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) berkolaborasi dengan Infomedia mengembangkan layanan ‘Sehat Jiwa Nasional’ (SEJIWA) dengan menggunakan saluran khusus 119 ext 8. Membantu mensolusikan permasalahan kesehatan terkait kejiwaan, Infomedia berkolaborasi dengan sukarelawan di bidang psikologi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan layanan konsutasi terpadu.

Dengan kemudahan informasi dan komunikasi yang akurat dari pemerintah melalui Corona Crisis Center 119, Infomedia berharap mampu memberikan kontribusi Indonesia di masa sulit ini untuk membantu masyarakat lebih tenang, tidak panik, dan tetap semangat beraktifitas.

#BPOKebanggaanIndonesia

MELAYANI DARI HATIPublic Service

Mendukung program pemerintah “Indonesia Maju” Smart City hadir untuk fokus pada pengembangan infrastruktur yang bertujuan mengurangi kesenjangan pembangunan digital di seluruh wilayah Indonesia, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat secara optimal.

Aplikasi E Lapor

Mendukung Implementasi Smart City, Infomedia mengembangkan aplikasi E-Lapor sebagai solusi mobile apps untuk pemerintah daerah dan publik. Masyarakat dapat melaporkan segala kejadian di lingkungan sekitarnya melalui aplikasi yang nantinya akan terhubung dan dapat dimonitor melalui Command Center. Semua jenis pelaporan tercatat dan terukur di dalam suatu sistem sehingga performance atau kinerja pemerintah dapat di nilai dengan tepat.

Salah satu bentuk E-Lapor yang telah terimplementasi adalah Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Bali yang diluncurkan sejak tahun 2018 dan telah di unduh mencapai 10.000 kali oleh masyarakat. Manfaat nya diantaranya :
  • Hemat biaya, meminimalkan biaya yang dikeluarkan
  • Mudah diterapkan, publik dapat langsung melaporkan kejadian apa pun secara langsung melalui aplikasi di ponsel
  • Kinerja yang terukur, kinerja unit kerja regional dan petugas di lapangan lebih terukur
  • Pemantauan waktu nyata, masyarakat dan unit kerja regional dapat memonitor statistik setiap pengaduan dengan cepat.
https://www.infomedia.co.id/wp-content/uploads/2020/07/2_PS-1-640x640.png
https://www.infomedia.co.id/wp-content/uploads/2020/07/2_PS-2-640x640.png

Emergency Call Center

Pada channel call center, Infomedia juga telah bekerjasama dengan pemerintah dalam mengembangkan emergency call center yang diantaranya meliputi:
  • Sistem Penanggulangan keGawat Daruratan Terpadu (SPGDT) 119 untuk kegawatdaruratan di bidang  medis, seperti kondisi pandemi COvid -19 yang menggunakan akses 119 Ext 9.
  • Layanan Darurat 112 untuk layanan terintegrasi antara dinas kesehatan, pemadam kebaran daerah, dan kepolisisan untuk menanggapi berbagai situasi gawat darurat di masyarakat seperti kebakaran,
    kecelakaan, tindak kriminal dan gangguan-gangguan lain.
  • Layanan 117 untuk layanan penanggulangan kebencanaan dan kondisi darurat yang dikelola BNPB  (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) seperti juga terkait kondisi COVID 19.

Implementasi SPGDT, dimulai dengan pembentukan jaringan komunikasi antara satu ruang gawat darurat rumah sakit dengan rumah sakit lain, menerapkan ambulans yang didukung oleh jaringan smart tracker dan membentuk Command center melalui call center 24 jam. Saat ini SPGDT 119 terdiri dari 99 PSC di kota dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rata-rata 27 ribu panggilan per bulan.

Public Service di Masa Pandemi Covid 19

Menanggapi kebutuhan pemerintah dan masyarakat untuk pusat informasi terpadu setelah munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, pada tanggal 4 April 2020, Infomedia bekerjasama dengan Pemerintah dan Kemenkes mengoptimalkan fungsi SPGDT 119 untuk secara komprehensif menangani informasi dan berbagai kebutuhan dan keluhan masyarakat terkait pandemi Covid-19 dengan dikembangkannya Corona Crisis Center 119 Ext 9.

Semenjak diluncurkan pada awal berkembangnya kasus COVID 19 di Indonesia di awal Maret 2020, Layanan SPGDT telah melayani lebih dari 6 ribu telepon per hari. Jumlah ini melonjak hingga lebih dari 3x lipat dari trafik normal yang biasa ditangani oleh layanan SPGDT Infomedia. Langkah cepat diambil Infomedia melalui kolaborasi dengan pemerintah sehingga dalam waktu singkat agent- agent layanan mendapatkan bantuan dari tenaga sukarelawan pelajar, TNI, dan Kepolisian.

Dari analisa trafik atas interaksi yang masuk di saluran call center SPGDT 119, terlihat bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan permasalahan di bidang kesehatan tetapi telah memberikan dampak yang luas di bidang kemanusiaan, termasuk gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan ketakutan berlebihan di masyarakat.

Untuk menjawab masalah ini, pemerintah melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) berkolaborasi dengan Infomedia mengembangkan layanan ‘Sehat Jiwa Nasional’ (SEJIWA) dengan menggunakan saluran khusus 119 ext 8. Membantu mensolusikan permasalahan kesehatan terkait kejiwaan, Infomedia berkolaborasi dengan sukarelawan di bidang psikologi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan layanan konsutasi terpadu.

Dengan kemudahan informasi dan komunikasi yang akurat dari pemerintah melalui Corona Crisis Center 119, Infomedia berharap mampu memberikan kontribusi Indonesia di masa sulit ini untuk membantu masyarakat lebih tenang, tidak panik, dan tetap semangat beraktifitas.

#BPOKebanggaanIndonesia

Get in Touch

Call Us
1500 551
Email Us
corporate@infomedia.co.id
WA Chat
+62 81 xxxxxxxxxx